Jumat, 14 Juni 2013

PULANG




Hampir satu tahun lamanya  jarang sekali waktu untuk mengupdate blog ini.Sepertinya, satu tahun ini begitu singkat bagiku.
Menjadi seorang ibu bagimu  sungguh hal yang luar biasa. Ditengah kesibukan itu, aku juga sebagai ibu  yang bekerja dan juga seorang ibu yang masih menimba Ilmu PR disebuah universitas swasta di jakarta.
Dulu, jauh sekali sebelum kehadiranmu, seringkali waktuku dihabiskan di luar rumah.sekarang rumah adalah sebuah tempat yang selalu menjadi tujuan. Ketika jarum jam bergerak melambat menunjuk angka lima, tak sabar rasanya bergegas pulang untuk segera menemuimu. Kadangkala waktu kami sampai rumah tidak bisa bermain-main denganmu karena kamu sudah tertidur. Terbayar bahagia rasanya ketika melihatmu tidur dengan tenang dan tersenyum.
Sudah hampir 3 bulan sudah papamu berhenti total menjauh dari rokok. Papamu bilang anak adalah arah dan tujuan bagi orangtuanya. Dia melakukan semua ini untuk dirimu.
Kami sangat bersyukur memilikimu. Hari-harimu selalu membuat kami tertawa.selalu tertawa meski dalam sakit seperti hari ini. Semalaman panas di badanmu belum juga turun.kamu mengigau namun sering kali tersenyum dalam tidurmu selagi kami mengkompres supaya turun suhu panas dibadanmu.
Beginilah rasanya menjadi seorang ibu, melihat anak sakit, jiwaku ikut sakit dan menderita. Sehingga Bagaimana pula rasanya ketika seorang ibu harus kehilangan anaknya. Terlalu menyakitkan pastinya karena sebagian jiwanya ikut hilang.
Oh ya, tiga hari sebelumnya aku mengajakmu menjenguk kongkong (kakek) di bogor.bagiku ini adalah kilas balik tentang “Pulang”. Dulu setiap aku mengeja kata pulang, selalu diikuti dengan kota hujan ini. Banyak masa dan kenangan aku habiskan disini. Aku juga rindu. Rindu pada keluarga, rindu pada keteduhan dan rindu pada hujan.
Perjalanan panjang ini membuatmu tertidur, Saat terbangun,  kamu tertawa dan  bercanda terus dengan koko Daniel dan sepupu – sepupumu lainnya. Bahagia sekali dirimu ken. Senang sekali melihatnya tertawa lepas seperti itu.
Cuaca dibogor yang selalu hujan dan teduh membuatmu juga senang. Kita sama-sama menyukai hujan, menyukai keteduhan.Seorang anak berusia Sembilan bulan yang juga senang jika tidurnya diiringi oleh instrumental piano dari Richard Clayderman ataupun instrument dari gitarnya Jubing Kristianto.
Bagaimanapun kami akan pulang. Bedanya sekarang, setiap kami mengeja kata “pulang”, ada namamu yang selalu kami sebut, yang selalu menjadi tujuan untuk kami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar