![]() |
foto diambil dr : kapanlagi.com |
Menjelmalah menjadi hujan, wahai terik yang menghujam bumi
Duduklah sebentar saja dan minumlah segelas teh dengan gula
batu didalamnya bersamaku
Pejamkan mata, dengarlah sunyi hujan yang bernyanyi dalam setiap rintiknya
Persembahan cinta dari hujan kepada angin, dia menggenapi
janjinya.
Tenanglah malam ini sampai dia datang mengetuk pintu
Kopi dalam gelasku masih tertinggal pada tempatnya
Kau berkata akan pulang larut malam ini dan menyuruhkan segera
terlelap
Bisakah nafas ini berhenti berbisik semoga langkah kakimu segera
sampai dirumah.
Barangkali subuh itu menjemputmu
Mengantarkan tawa dan cintamu kembali ke rumah
Semoga cahaya lilin
ini tetap kau simpan dalam rumah kecil kita.