Hai ken apa kabar dirimu
aku tahu kamu baik-baik saja
bertumbuh dengan sehat dan kuat
kamu memiliki jiwa sederhana dan murah hati
Ingat tidak ketika aku lelah, kamu menggodaku dengan tendangan-tendangan kecilmu
sehingga aku tertawa sendiri, kamu makin asik bercanda di dalam sana
tidak kau biarkan aku menanggung lelah ini sedikitpun
kau katakan bahwa kita adalah satu jiwa dalam satu raga
ken, terima kasih ya
Sungguh aku belajar darimu
kalau Dee (dewi lestari) berkata dalam tulisannya "rimba amniotik" seperti ini
"Sembilan bulan ini mereka bilang aku tengah mengandungmu. Aku ingin
bilang, mereka salah. Kamulah yang mengandungku. Seorang ibu yang
mengandung anak di rahimnya sesungguhnya sedang berada dalam rahim yang
lebih besar lagi. Dalam rahim itu, sang ibu dibentuk dan ditempa. Embrio
kecil itu mengemudikan hati, tubuh, dan hidupnya."
"Terima
kasih telah mengandungku; menempatkanku dalam rimba amniotik di mana
aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan
menerima apa pun yang kau persembahkan. Kini dan nanti. Manis, pahit,
sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua,
sebagaimana kau tengah berenang dalam tubuhku dan merasakan apa yang
kurasa, mengecap apa yang kumakan, menghirup udara yang kuendus—tanpa
bisa pilih-pilih. Kau terima semua yang kupersembahkan bagimu."
Maka aku setuju dengan Dee, kamu adalah guru yang mengajarkan kesabaran, berserah dan menerima apapun yang kau persembahkan.
Tidak sabar aku menantimu dalam dunia yang sebenarnya
kita dapat bersentuhan secara fisik dan bercanda seperti kamu masih didalam rahimku.
Sekali lagi, Ken.... terima kasih :)
Selasa, 26 Juni 2012
Selasa, 22 Mei 2012
AWAL KEHIDUPAN SEORANG MANUSIA
Video ini berhasil membuat saya tersentuh dan menangis
Seakan merefleks apa yang saya alami
Awal kehidupan seorang " Keenan Bodhidharma "
Yang berkembang dan besar dan akan segera terlahir dari rahim saya
Saat engkau tertidur
Kupandangi wajahmu
Masih inginku mendekatmu
Masih inginku menciummu
Tak pernah kusadari
Waktu cepat berlalu
Kini engkau menjadi besar
Kini engkaulah harapanku
Tumbuh-tumbuhlah anakku
Raihlah cita-citamu
Jangan pernah engkau ragu sayang
Doaku selalu bersamamu
Membuat aman dihidupmu
Kamis, 15 Maret 2012
Papa

Papa, saya tahu bahwa kau kesepian
kepergian mama dari sisimu mau tidak mau merubah kehidupanmu
mama, sosok yang menemani selama kurang lebih empat puluh tiga tahun.
perempuan yang menerima dan mengikuti kemanapun langkahmu
dalam ritme perjalanan kehidupan bersama
dalam foto ini, senyum itu kembali merekah
ingatkah, ketika itu kita keluarga besar berlibur ke bali
padahal sejak pagi hari kepergian ke bali, ada satu sisi perasaan saya berduka,
mungkin juga dirasakan oleh saudara-saudara saya yang lain
dalam banyak tanya di pikiran kami, seandainya hari itu mama masih ada
mungkin liburan ini jauh lebih bermakna.
Ketika saya kecil, hampir setiap jumat malam
kau mengajak mama dan saya ikut serta denganmu
kami berjalan kaki menyusuri malam dibogor
menikmati makanan pinggir jalan simpang tiga
sayangnya, hanya itu sebagian kenangan kebersamaan kita bertiga yang saya ingat
bukan berarti saudara saya tak merasakan itu
hanya saja antara pengalaman saya tentang kebersamaan bisa saja berbeda dengan saudara saya lainnya.
Ketika menginjak dewasa
kadang kala saya tak selalu sepaham denganmu
ada ego dari saya bahwa tak selalu yang papa katakan kepada saya benar.
saya merasa punya pendapat sendiri yang harus kami katakan kepadamu.
dan yakin saya, bahwa itulah yang benar.
Mungkin ini juga terjadi pada saudara saya yang lain.
Yang saya rasakan papa juga semakin keras kepada kami
setelah kepergian mama
kadang saya berpikir, apa gunanya saya berdebat tentang prinsip-prinsip siapa yang benar dan salah
yang sekarang harus saya maupun saudara saya yang lain pahami adalah
papa hanyalah orangtua tunggal kami sekarang ini
orang tua yang menemani saya selama hampir tiga puluh tahun ini
Meski sekarang kami tidak lagi ditempatkan pada kota yang sama.
kepada papalah sekarang saya harus menunjukkan bhakti saya kepada orang tua
ada rasa bersalah, bahwa bakti saya kepada mama belum tuntas dan tidak akan pernah dapat
menbalas semua keringat dan air mata ibu dalam membesarkan kami dengan kasih
mama selalu memberikan senyum terbaiknya bahkan pada detik-detik kepergiannya
Papa, semoga tawamu ini dapat terus kami lihat
di waktu-waktu kebersamaan kita selalu
Jumat, 02 Maret 2012
iklan creative indonesia
iklan dibawah ini adalah iklan yang saya sangat suka :
Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Rumahku Indonesiaku: Cahaya Asa
Duration: 180"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Creative Advisor: Jay Subiyakto
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Dede Imam
Film Director: Ipang Wahid
Fashion Designer: Edward Hutabarat
Fotographer: Davy Linggar & Oetomo
Music: EGG Production
TC: Grade One
Post: VHQ
OBJECTIVE:
PT Gudang Garam Tbk ingin melakukan sebuah campaign untuk membangun persepsi bahwa PT Gudang Garam adalah perusahaan produsen rokok nasional dan dapat mewakili Indonesia.
CREATIVE ROUTE:
Campaign Gudang Garam Corporate akan bersifat tactical, memanfaatkan momen2 nasional seperti hari kemerdekaan, tahun baru, dll. Setiap iklannya akan kental nuansa Indonesianya baik dari segi visual maupun audionya. Berbeda dengan kebanyakan iklan layanan masyarakat yang sering mengangkat sisi negatif dan bersifat kritis, campaign ini bertujuan untuk mengembalikan perasaan bangga sebagai orang Indonesia dan membuka mata audience bahwa Indonesia bukan hanya korupsi, gempa, tsunami, dll, tapi juga memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang beraneka ragam.
WHAT TO SAY:
Untuk moment tahun baru, pesan yang ingin disampaikan adalah "harapan baru" yang kita analogikan sebagai cahaya (senjata yang dibakar dan dilempar ke angkasa) dan diberi nama CAHAYA ASA.
VISUAL CONCEPT:
TVC ini tidak ingin menjadi terlalu tradisional dan bertutur tapi lebih kontemporer dan surealis (gw gak suka istilah postmodern). Indonesia ditampilkan bukan hanya dari landscape, tapi juga kebudayaan seperti pakaian, tarian, lukisan (animasi lukisan bali), senjata dan perabot. Didalamnya juga kita sisipkan keberagaman suku dan persatuan dengan membentuk 5 kelompok yang diwakili dengan 5 wanita sebagai simbol ibu pertiwi.
COPY CONCEPT:
Seperti disebutkan di atas, Harapan diolah menjadi "cahaya asa". Tidak seperti iklan Gudang Garam 17an yang menggunakan voice over, kali ini copynya dijadikan lirik dan dinyanyikan. "Beragam warna di Indonesia, menyatu dalam gelora. Harumi bumi, hiasi langit, dengan cahaya asa."
CREATIVE OUTPUT:
Seperti yang kalian semua liat di TV.
(Tulisan diatas diambil dari blog http://dontaskmetoshutup.blogspot.com milik dami sidharta, art director dari iklan ini)
Client: PT Gudang Garam Tbk
Product: Gudang Garam Corporate
Version: Rumahku Indonesiaku: Cahaya Asa
Duration: 180"
Agency: Octocomm Asia
Creative Director: Hakim Lubis
Creative Group Head: Eric Hotma
Art Director: Dami Sidharta
Copywriter: Ferro Miryantoro
Business Director: Jimmy Saputra
Account Manager: Fransisca Dinar
Creative Advisor: Jay Subiyakto
Production House: 25 Frame
Executive Producer: Dede Imam
Film Director: Ipang Wahid
Fashion Designer: Edward Hutabarat
Fotographer: Davy Linggar & Oetomo
Music: EGG Production
TC: Grade One
Post: VHQ
OBJECTIVE:
PT Gudang Garam Tbk ingin melakukan sebuah campaign untuk membangun persepsi bahwa PT Gudang Garam adalah perusahaan produsen rokok nasional dan dapat mewakili Indonesia.
CREATIVE ROUTE:
Campaign Gudang Garam Corporate akan bersifat tactical, memanfaatkan momen2 nasional seperti hari kemerdekaan, tahun baru, dll. Setiap iklannya akan kental nuansa Indonesianya baik dari segi visual maupun audionya. Berbeda dengan kebanyakan iklan layanan masyarakat yang sering mengangkat sisi negatif dan bersifat kritis, campaign ini bertujuan untuk mengembalikan perasaan bangga sebagai orang Indonesia dan membuka mata audience bahwa Indonesia bukan hanya korupsi, gempa, tsunami, dll, tapi juga memiliki kekayaan alam dan kebudayaan yang beraneka ragam.
WHAT TO SAY:
Untuk moment tahun baru, pesan yang ingin disampaikan adalah "harapan baru" yang kita analogikan sebagai cahaya (senjata yang dibakar dan dilempar ke angkasa) dan diberi nama CAHAYA ASA.
VISUAL CONCEPT:
TVC ini tidak ingin menjadi terlalu tradisional dan bertutur tapi lebih kontemporer dan surealis (gw gak suka istilah postmodern). Indonesia ditampilkan bukan hanya dari landscape, tapi juga kebudayaan seperti pakaian, tarian, lukisan (animasi lukisan bali), senjata dan perabot. Didalamnya juga kita sisipkan keberagaman suku dan persatuan dengan membentuk 5 kelompok yang diwakili dengan 5 wanita sebagai simbol ibu pertiwi.
COPY CONCEPT:
Seperti disebutkan di atas, Harapan diolah menjadi "cahaya asa". Tidak seperti iklan Gudang Garam 17an yang menggunakan voice over, kali ini copynya dijadikan lirik dan dinyanyikan. "Beragam warna di Indonesia, menyatu dalam gelora. Harumi bumi, hiasi langit, dengan cahaya asa."
CREATIVE OUTPUT:
Seperti yang kalian semua liat di TV.
(Tulisan diatas diambil dari blog http://dontaskmetoshutup.blogspot.com milik dami sidharta, art director dari iklan ini)
TRIP SEMARANG - 5 s/d 8 April 2012
Temans, berikut estimasi biaya yang diperlukan untuk ke semarang (4 hari)
Estimasi ini bisa kurang atau lebih, nanti dilihat ketika disemarang.
TRIP SEMARANG
5-8 APRIL 2012
perkiraan peserta yang ikut 7 orang (kapasitas xenia)
Kamis
5-Apr-12 06.00 wib Post - Rumah Betty
Rumah Betty - Stasiun senen (damri) 25,000.00 175,000.00
07.30 - 15.37 wib Kereta Fajar Utama Semarang 140,000.00 980,000.00
16.00 wib Mencari Hotel (2 room x 2 night) 400,000.00 800,000.00
Tgl 5-7 April 2012 (2 Malam)
- Sekitar Jalan Imam Bonjol (terdekat dengan stasiun tawang)
- Sekitar Simpang Lima (kawasan oleh-oleh)
Booking Mobil sewa + Supir + Bensin
tgl 6-7 April 2012 400,000.00 800,000.00
19.00 wib Makan Malam
- Recommended : Ikan bakar cianjur (daerah kota lama) 150,000.00
Jumat
6-Apr-12 06.00-09.00 wib Ibadah Jumat agung
09.00 wib Sarapan - Bebas 70,000.00
10.00 - 22.00 wib Biaya Lain-lain (karcis masuk, dsb) 200,000.00
Trip
- Vihara Buddhagaya Watugong (Jl. Perintis Kemerdekaan)
- Gereja Bledug (Kawasan Kota Lama)
- Taman Srigunting (kawasan Kota Lama)
Makan siang 70,000.00
- Gereja Katedral Randusari (Jl. Dr. Soetomo)
- Lawang Sewu (300 m dari Gereja Katedral)
- Kuil Sam Po Kong (3 KM dari Gereja Katedral)
-Klenteng Tay Kak Sie (Gg. Lombok, Jl. H. Agus Salim)
- Makan malam, Kuliner di Semawis 100,000.00
Sabtu
7-Apr-12 07.00 - 09.00 wib Acara Bebas + sarapan 70,000.00
10.00 wib Check out hotel
10.15 - 18.00 wib Beli oleh-oleh
- Pusat di Jl. Pandaran
- Pusat di Jl. Simpang Lima
Makan siang 70,000.00
18.30 - 19.30 wib Stasiun Semarang Tawang
Makan Malam 70,000.00
20.00 wib Kereta Senja Utama Semarang - berangkat menuju jakarta (pasar senen) 150,000.00 1,050,000.00
Minggu
8 Apr 2012 04.00 wib Kereta tiba di Stasius Pasar Senen Jakarta
berpisah ke rumah masing-masing
TOTAL BIAYA 4,605,000.00
BIAYA PER ORANG (DIBAGI 7 ORG) 650,000.00
Estimasi ini bisa kurang atau lebih, nanti dilihat ketika disemarang.
TRIP SEMARANG
5-8 APRIL 2012
perkiraan peserta yang ikut 7 orang (kapasitas xenia)
Kamis
5-Apr-12 06.00 wib Post - Rumah Betty
Rumah Betty - Stasiun senen (damri) 25,000.00 175,000.00
07.30 - 15.37 wib Kereta Fajar Utama Semarang 140,000.00 980,000.00
16.00 wib Mencari Hotel (2 room x 2 night) 400,000.00 800,000.00
Tgl 5-7 April 2012 (2 Malam)
- Sekitar Jalan Imam Bonjol (terdekat dengan stasiun tawang)
- Sekitar Simpang Lima (kawasan oleh-oleh)
Booking Mobil sewa + Supir + Bensin
tgl 6-7 April 2012 400,000.00 800,000.00
19.00 wib Makan Malam
- Recommended : Ikan bakar cianjur (daerah kota lama) 150,000.00
Jumat
6-Apr-12 06.00-09.00 wib Ibadah Jumat agung
09.00 wib Sarapan - Bebas 70,000.00
10.00 - 22.00 wib Biaya Lain-lain (karcis masuk, dsb) 200,000.00
Trip
- Vihara Buddhagaya Watugong (Jl. Perintis Kemerdekaan)
- Gereja Bledug (Kawasan Kota Lama)
- Taman Srigunting (kawasan Kota Lama)
Makan siang 70,000.00
- Gereja Katedral Randusari (Jl. Dr. Soetomo)
- Lawang Sewu (300 m dari Gereja Katedral)
- Kuil Sam Po Kong (3 KM dari Gereja Katedral)
-Klenteng Tay Kak Sie (Gg. Lombok, Jl. H. Agus Salim)
- Makan malam, Kuliner di Semawis 100,000.00
Sabtu
7-Apr-12 07.00 - 09.00 wib Acara Bebas + sarapan 70,000.00
10.00 wib Check out hotel
10.15 - 18.00 wib Beli oleh-oleh
- Pusat di Jl. Pandaran
- Pusat di Jl. Simpang Lima
Makan siang 70,000.00
18.30 - 19.30 wib Stasiun Semarang Tawang
Makan Malam 70,000.00
20.00 wib Kereta Senja Utama Semarang - berangkat menuju jakarta (pasar senen) 150,000.00 1,050,000.00
Minggu
8 Apr 2012 04.00 wib Kereta tiba di Stasius Pasar Senen Jakarta
berpisah ke rumah masing-masing
TOTAL BIAYA 4,605,000.00
BIAYA PER ORANG (DIBAGI 7 ORG) 650,000.00
Rabu, 08 Februari 2012
Kisah nenek pencuri singkong dan Hakim Marzuki
Saya beberapa kali mencoba browsing internet mengenai sosok Hakim Marzuki yang bertugas di pengadilan Kab. Prabumulih Lampung.
Sayang sekali, Saya tidak menemukannya.
Kalian juga pasti penasaran menanggapi keingintahuan saya dalam mencari seperti apa sosok Hakim Marzuki itu.
Berawal dari broadcast teman (vivie) yang menyebarluaskan tentang kisah ini.
Seorang nenek tua yang harus tertunduk lesu dibangku terdakwa karena tuduhan telah mencuri singkong yang diperkarakan oleh PT. Andalas Kertas (Bakrie Group).
Nenek ini berpendapat, ia mencuri karena hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. oleh karena itu ia terpaksa mencuri.
Seorang Hakim yang menangani kasus ini,duduk tercengung menyimak tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Hakim ini menghela nafas. dia memutuskan diluar tuntutan jaska PU.
Suasana hening.
Ia berkata "maafkan saya" katanya sambil memandang nenek itu.
"Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, Hukum tetap hukum. Jadi anda juga harus dihukum".
"Saya mendenda anda 1 juta rupiah dan jika anda tidak mampu membayarnya maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun seperti tuntutan Jaksa PU".
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim itu mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1 juta rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.
"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap org yang hadir diruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya".
"Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sampai palu diketuk dan hakim itu meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.
Sayangnya kisah ini luput dari media.
Marzuki, nama Hakim berhati Mulia ini.Sungguh setelah membaca ini saya begitu kagum dengan beliau dan mulai mencari penelusuran mengenai profil Hakim Marzuki seperti apa. Keseharian, latar belakang keluarga, pendidikan, dll.
Jika sejarah tiongkok mencatat nama Bao Zheng /Bao Qingtian yang lebih dikenal dengan julukan Hakim Bao, seorang hakim yang bekerja dengan adil, berani, dan berpegang pada kebenaran. Kecerdasan dan bakatnya membuat banyak orang kagum, Dia terkenal karena pendiriannya yang tak kenal kompromi terhadap korupsi diantara pejabat pemerintahan saat itu. Dia menegakkan keadilan bahkan menolak untuk tunduk pada kekuasaan yang lebih tinggi darinya bila itu tidak benar.
Maka Indonesia mempunyai Hakim Marzuki.Nama ini seharusnya masuk dalam sejarah peradilan di Indonesia untuk menjadi contoh orang lain bagaimana seseorang mampu memberikan keadilan dalam kapasitas hukum yang tetap harus dijalankan untuk seseorang yang melakukan tindakan yang salah.
Vie, tolong dishare juga ya ke pejabat-pejabat kita. Memang, bukan berarti semua pejabat yang duduk disana melakukan tindakan memalukan untuk bangsa kita.
tolong sampaikan pesan saya juga untuk pejabat yang menangani kasus Wisma Atlet disana ya....;)
Nak, ketika besar nanti kamu bisa meneruskan pencarian Hakim Marzuki ini dan kamu dapat belajar tentang keadilan yang sebenarnya kepada Beliau.
Salut... Top buat Hakim Marzuki.
Nb. saya tak pernah berhenti berharap bahwa Bangsa ini akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Bhineka Tunggal Ika.dan pengamalan pancasila sila kedua masih tetap terus berkumandang.
"Kemanusiaan yang adil dan beradab"
Sayang sekali, Saya tidak menemukannya.
Kalian juga pasti penasaran menanggapi keingintahuan saya dalam mencari seperti apa sosok Hakim Marzuki itu.
Berawal dari broadcast teman (vivie) yang menyebarluaskan tentang kisah ini.
Seorang nenek tua yang harus tertunduk lesu dibangku terdakwa karena tuduhan telah mencuri singkong yang diperkarakan oleh PT. Andalas Kertas (Bakrie Group).
Nenek ini berpendapat, ia mencuri karena hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan. oleh karena itu ia terpaksa mencuri.
Seorang Hakim yang menangani kasus ini,duduk tercengung menyimak tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Hakim ini menghela nafas. dia memutuskan diluar tuntutan jaska PU.
Suasana hening.
Ia berkata "maafkan saya" katanya sambil memandang nenek itu.
"Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, Hukum tetap hukum. Jadi anda juga harus dihukum".
"Saya mendenda anda 1 juta rupiah dan jika anda tidak mampu membayarnya maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun seperti tuntutan Jaksa PU".
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim itu mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang 1 juta rupiah ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.
"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap org yang hadir diruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, sebab menetap dikota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya".
"Sdr panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sampai palu diketuk dan hakim itu meninggaikan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.
Sayangnya kisah ini luput dari media.
Marzuki, nama Hakim berhati Mulia ini.Sungguh setelah membaca ini saya begitu kagum dengan beliau dan mulai mencari penelusuran mengenai profil Hakim Marzuki seperti apa. Keseharian, latar belakang keluarga, pendidikan, dll.
Jika sejarah tiongkok mencatat nama Bao Zheng /Bao Qingtian yang lebih dikenal dengan julukan Hakim Bao, seorang hakim yang bekerja dengan adil, berani, dan berpegang pada kebenaran. Kecerdasan dan bakatnya membuat banyak orang kagum, Dia terkenal karena pendiriannya yang tak kenal kompromi terhadap korupsi diantara pejabat pemerintahan saat itu. Dia menegakkan keadilan bahkan menolak untuk tunduk pada kekuasaan yang lebih tinggi darinya bila itu tidak benar.
Maka Indonesia mempunyai Hakim Marzuki.Nama ini seharusnya masuk dalam sejarah peradilan di Indonesia untuk menjadi contoh orang lain bagaimana seseorang mampu memberikan keadilan dalam kapasitas hukum yang tetap harus dijalankan untuk seseorang yang melakukan tindakan yang salah.
Vie, tolong dishare juga ya ke pejabat-pejabat kita. Memang, bukan berarti semua pejabat yang duduk disana melakukan tindakan memalukan untuk bangsa kita.
tolong sampaikan pesan saya juga untuk pejabat yang menangani kasus Wisma Atlet disana ya....;)
Nak, ketika besar nanti kamu bisa meneruskan pencarian Hakim Marzuki ini dan kamu dapat belajar tentang keadilan yang sebenarnya kepada Beliau.
Salut... Top buat Hakim Marzuki.
Nb. saya tak pernah berhenti berharap bahwa Bangsa ini akan kehilangan jati dirinya sebagai bangsa Bhineka Tunggal Ika.dan pengamalan pancasila sila kedua masih tetap terus berkumandang.
"Kemanusiaan yang adil dan beradab"
Senin, 06 Februari 2012
Rumah Kita
Rumah ini berukuran tidak besar
tetapi ini akan menjadi bagian perjalanan dalam hidup kami
tempat kami terus menumbuhkan cinta
tempat kami membina keluarga
dan tempat kami berbagi suka dan duka.
Hari ini kami menempatinya
saat aku masih bersamamu dalam satu raga
satu wujud berumur sepuluh minggu dalam janin
dan tinggimu masih tiga koma tujuh centi meter.
Entah bagaimana kelak ketika kau hadir dalam dunia ini
meramaikan rumah kita
dengan canda dan celotehan-celotehan kecilmu
ah sungguh aku ingin segera bernyanyi
"tik...tik...tik...
bunyi hujan diatas genting..."
sambil mata kita memandang keluar
menatapi hujan yang baru saja turun dari langit.
Inilah rumah kita
rumah tempat kita saling berbagi
kemanapun kita pergi
kesinilah tujuan terakhir kita untuk pulang
tetapi ini akan menjadi bagian perjalanan dalam hidup kami
tempat kami terus menumbuhkan cinta
tempat kami membina keluarga
dan tempat kami berbagi suka dan duka.
Hari ini kami menempatinya
saat aku masih bersamamu dalam satu raga
satu wujud berumur sepuluh minggu dalam janin
dan tinggimu masih tiga koma tujuh centi meter.
Entah bagaimana kelak ketika kau hadir dalam dunia ini
meramaikan rumah kita
dengan canda dan celotehan-celotehan kecilmu
ah sungguh aku ingin segera bernyanyi
"tik...tik...tik...
bunyi hujan diatas genting..."
sambil mata kita memandang keluar
menatapi hujan yang baru saja turun dari langit.
Inilah rumah kita
rumah tempat kita saling berbagi
kemanapun kita pergi
kesinilah tujuan terakhir kita untuk pulang
Langganan:
Postingan (Atom)