Selasa, 08 Februari 2011

Adjie Massaid Died

Berita seputar meninggalnya Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid (August 7, 1967 – February 5, 2011) atau yang lebih dikenal dengan nama Adjie Massaid yang begitu mendadak menjadi sorotan beberapa media.Terus terang saya tidak cukup mengenal figur Adjie Massaid selain sebagai Selebritis sekaligus anggota Dewan Legislatif (wakil rakyat) di komisi V DPR RI periode 2009 – 2014. Selain itu dia dipercaya sebagai Manager Team Timnas Sepakbola U-23.

Namun dari pemberitaan beberapa media di televisi dan Koran harian. Saya terbantu mengenal sosok Adjie Massaid. Menurut saya, yang istimewa dari Seorang Adjie Massaid adalah keramahan terhadap siapapun, selalu memberikan pelukan dan ciuman hangat kepada orang lain ketika bertemu.bagi saya itu istimewa. “Tindakan yang tulus” yang dewasa ini hampir mengalami kehilangan identitasnya.

Terhadap cinta kasih kepada anak-anaknya serta kepada mantan istri Reza Artamevia dan istrinya Angelina Sondakh menjadi gambaran bahwa Adjie Massaid adalah seorang ayah dan juga suami yang begitu sayang serta perhatian kepada keluarganya.

Mengenai perkawinan dengan istri keduanya Angelina Sondakh yang sebelumnya beragama kristen kemudian menjadi mualaf juga menjadi sorotan publik. Bagi saya Agama apapun itu mengajarkan semua kebaikan. Tidak ada yang salah dengan ajaran agama, yang salah adalah penafsiran dari masing-masing individu pemeluknya. Tidak ada yang pantas mengadili hidup seseorang selain Tuhan yang Maha Esa.

Pandangan saya sendiri adalah bagaimana kita sebagai pemeluk agama menjalankan keimanannya sebagai pemeluk agama dengan benar. Justru bagi saya cukup lucu ketika beberapa tokoh agama memamerkan segala jubah yang dipakai serba berwarna putih tetapi tindakannya abu-abu atau bahkan hitam(dengan terus terang saya katakan sebagai tindakan anarkis).

Terlepas daripada itu, saya turut berbelasungkawa kepada Keluarga Adjie Massaid khususnya kepasa istrinya Angelina Sondakh dan ketiga anaknya. Saya mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kita cintai dan telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Saya pernah merasakan itu.

Jumat, 04 Februari 2011

Selaksa makna suasana Yogyakarta

Sudah lebih dari setengah tahun saya tidak menulis dalam blog ini. saya hanya bisa membagikan tulisan saya berbentuk feature tentang perjalanan saya ke yogya.

Judul di atas terinspirasi saat saya mengingat-ingat kembali lagu "Yogyakarta" milik kla Project. :)

Liburan 2009 yang lalu, saya memutuskan untuk plesiran ke Yogyakarta. Kota yang tercatat dalam sejarah sebagai peninggalan kerajaan Mataram Hindu pada abad ke-10 Masehi membuatnya begitu istimewa di mata saya.

Saya bersama dua orang teman saya memutuskan kesana. Tiket pesawat murah dari AirAsia,pakaian seadanya dan sedikit uang mewujudkan impian kami menuju yogyakarta. Backpacker sebutannya. Istilah ini bermula dari kaum muda yang sering berpergian dengan menggunakan ransel dan menggunakan dana seminim mungkin dalam berwisata. Untuk itulah para backpacker ini sering disebut turis ransel.

AirAsia membawa kami mengudara selama satu jam menuju Yogyakarta. Selepas menjejakkan kaki di tanah Mataram ini, kami segera bergegas mencari penginapan murah sekitar Malioboro. Kami beristirahat sejenak di hotel dan setelah itu mencari angkringan terdekat disekitar Malioboro untuk menikmati sego kucing sebagai makan malam kami.

Hari kedua – Kraton Yogyakarta, Borobudur dan Prambanan adalah obyek yang akan kami kunjungi. Berhubung masih asing dengan kota ini, maka kami memutuskan menggunakan jasa sewa mobil hotel. Beruntung dengan tawar-menawar yang cukup alot dengan pihak hotel, harga murah lagi-lagi kami dapatkan ditambah bonus mengantar kami ke tempat ziarah katolik Gua Sendangsono.

Tempat pertama kunjungan kami adalah Kraton Yogyakarta dengan alasan letaknya yang paling dekat dengan hotel. Terletak di pusat kota Yogyakarta, Kraton berasal dari kata ka-ratu-an berarti tempat tinggal raja/ratu. Tatanan kraton yang menyerupai seperti tatanan dinasti Majapahit pernah mengalami guncangan hebat akibat gempa pada tahun 1867. Tahun 1889 bagunan tersebut dipugar dengan tidak mengubah tata letak asli dari bangunan walau bentuk bangunan mengalami sedikit perubahan.


Puas berfoto di keraton, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Berjarak 17 kiometer dari timur yogyakarta, candi dengan tinggi 47 meter ini dibangun pada abad ke-9. Didalam lingkungan candi prambanan, terdapat 3 Candi utama. Terletak di tengah, utara dan selatan yaitu Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma.Pada dinding pagar candi, jika diteliti, banyak relief dari cerita ramayana yang terpahat disana.


Cuaca terik siang itu, tak menyurutkan kami untuk melanjutkan perjalanan menuju candi Borobudur. Candi Budha besar yang dibangun pada abad ke-9 ini pernah masuk dalam salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Dari sekian banyak penjelasan mengenai asal muasal kata borobudur, menurut saya yang tampak masuk akal dan dapat diterima pengertiannya adalah dari kata “Bara” dan “beduhur”. Bara yang berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya candi atau biara, sedangkan beduhur artinya adalah tinggi. Ya, Borobudur adalah sebuah biara yang berada di tanah yang tinggi. Di lingkungan Borobudur, saya banyak melihat ukiran Budha di dinding candi. Selain itu banyak terdapat arca Budha yang duduk bersila dalam posisi lotus dengan tangan melakukan simbol tertentu Dalam bahasa budha, posisi tangan ini dikenal dengan sebutan mudra.



Pada 15.00 kami segera melanjutkan perjalanan menuju tempat ziarah umat katolik, Goa Maria Sendangsono. Terletak di desa Banjaroyo, menghadap barat laut yogyakarta. Di tempat ini terdapat sendang atau mata air yang muncul di antara dua pohon sono. Airnya dipercaya warga sekitar dan pengunjung dari luar kota dapat menyembuhkan penyakit. Tempat ini salah satu tujuan peziarah dari seluruh indonesia untuk berdoa, menyucikan dan menyepikan diri. Biasanya ramai pada bulan Mei dan Oktober. Nyaman hati saya ketika berada di tempat ini terutama ketika saya berdoa. Hari kedua kami tutup dengan kembali menuju hotel. Merebahkan diri dari panas cuaca Yogyakarta hari itu.

Hari ketiga, kami mempersiapkan diri untuk kembali ke Jakarta. Pulang. Kemanapun kami pergi, pulang selalu menjadi tujuan akhir kami. Awak AirAsia menyambut perjalanan kami kembali ke Jakarta. Senyum mereka seperti penyambutan keluarga yang telah kembali pulang sehabis puas menikmati keindahan Ibu Pertiwi.

Sepotong lirik "yogyakarta" Kla Project

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Di persimpangan, langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri, di tengah deru kotamu

(Walau kini kau t’lah tiada tak kembali) Oh…
(Namun kotamu hadirkan senyummu abadi)
(Izinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi)
(Bila hati mulai sepi tanpa terobati) Oh… Tak terobati

Rabu, 14 Juli 2010

Dua Puluh Tiga


Minggu malam,11 Juli 2010.

"Mau aku bacakan bagian menarik dalam buku ini?" kataku kepadamu sambil memperlihatkan cover buku tersebut kepadamu.
Aku ingat ketika itu badanmu sedang kurang sehat, maka jawabmupun seadanya;"mau".

Buku ini adalah hasil pencarian dari beberapa penerbit ketika Pameran buku terbesar saat itu di gelar di istora senayan.sebuah buku setebal lima ratus halaman yang ditulis oleh beberapa Sahabat seperti Rudy Badil, Luki Sutrisno Bekti dan Nessy Luntungan kepada seorang bernama Soe Hok Gie.

Topik yang melekat tentang Soe Hok Gie adalah pendakian gunung, demonstrasi mahasiswa,pergulatan seorang intelektual menentang tirani, juga beberapa puisi yang terkenal ketika dia menuliskan di lembah mandalawangi.

Buku ini mengupas lebih dalam sekumpulan kenangan rekan, sahabat, teman dekat Gie di masa itu, 40 tahun yang lalu Sosok Gie hadir dengan begitu mempesona, dalam tulisan-tulisan mengenai bangsanya, perjuangan hak kebebasan manusia tanpa syarat.seorang idealis yang murni, dengan perasaan keadilan yang tajam.

Aku membacakan untukmu satu bagian yang menarik, 23 lembar halaman surat yang ditulis oleh Kartini sjahrir kepada Soe Hok Gie selama periode Tahun 1968 (ketika perkenalan pertama ker, pangilan akrab kartini menjadi mahasiswa Gie) sampai dengan Tahun 2009, Melewati Fase tahun 1990an tulisan pada surat-suratnya terkesan memang dibuat untuk mendukung tulisan pada buku ini, karena semakin kelihatan jauh kenangan yang bersama Gie yang dapat di tuangkan.

Aku senang membacakan ini untukmu.
meski kadang kala aku harus sejenak diam, karena serak paraunya suaraku berbicara tanpa henti. Sesekali memberi jeda pada setiap kalimat supaya kau memahami setiap kalimat yang kubacakan.

Sesekali kuperhatikan kau memejamkan mata, atau seakan mengusap air mata dari matamu yang terpejam.
Ah, itulah kadang yang membuat aku begitu terpesona.
kadang kala kau menampilkan dirimu seperti anak kecil.
dengan kepolosan, dengan sensitivitas yang tinggi
kau mampu ikut terbawa pada alur yang aku bacakan.

Pada surat-surat "ker", kebenaran itu terjadi. sebuah babak yang diceritakan lebih dalam mengenai hubungan Ker dengan Gie.
ketika ketabahan seorang Ker menerima curhat-curhat sentimentil Gie tantang gadis dambaannya. Bagaimana akhirnya ketika persahabatan itu menjadi rasa cinta yang terus berkembang,berusaha menyikapi beratnya sebuah hubungan dengan mengacu pada kalimat " we are only friend", tentang ketabahan seorang ker menerima sebuah kehilangan dari orang yang di cintainya, Gie yang meninggal dalam pelukan hangat sahabat seperti herman lantang di dataran tertinggi di jawa.di Puncak Gunung Semeru, jawa timur.

Ya, berasal dari puncak semeru itulah rasa kehilangan yang sangat besar menyelimuti hati ker. setelah kurun waktu kemudian, ker akhirnya menikah dengan "ciil", sapaan akrab dari sjahrir, teman pergerakan Gie pada zaman awal Orde Baru dan mendampingi hidupnya selama kurang lebih 40 tahun, dan akhirnya lagi-lagi ker harus menerima kehilangan untuk kedua kali terhadap orang yang di cintainya.
Desember 1969 dan Juli 2008 adalah waktu yang tidak memberikan tengang untuk Ker menerima kenyataan yang sangat pahit dalam hidupnya.

Seperti kisah cinta segitiga yang rumit antara Gie, Ker dan Ciil namun sangat mengagumkan, karena ada ketabahan, empati dan rasa cinta yang tulus.

Setelah akhirnya memasuki lembar akhir, aku hanya berharap....apapun yang telah terjadi, diantaranya masa-masa seperti ini, ketika aku membacakan engkau 23 lembar halaman surat ker pada buku ini, kita dapat mengingat jelas kejadian yang pernah kita alami,sampai usia kita menapaki dan melewati lebih dari 40 tahun kemudian.
sama seperti surat-surat dari ker yang di tulis 40 tahun yang lalu yang kini dapat dipublikasikan menjadi bagian dari buku "Soe Hok Gie, sekali lagi".

Beth

Jumat, 02 Juli 2010

LIMA TAHUN

Kami bertaruh
mengenai kesebelasan pemain bola favoritnya.
lagi-lagi dia harus mengakui kekalahannya dari saya.
saya memilih bertaruh atas nama Jerman.
Sedangkan dia bertaruh atas nama Inggris.
Perkiraan awal saya, jerman akan mencetak gol atas Inggris 3-1
tetapi perkiraan saya meleset.
skor yang di cetak jerman adalah 4 - 1 atas inggris
meski tetap taruhan itu saya-lah pemenangnya

Dalam beberapa hal memang kami berbeda
dari sisi makanan kami memang tidak pernah bertemu
dia lebih menyukai makanan pedas dan bersantan
dan menu masakan padang adalah Favoritnya
saya lebih menyukai makanan sehat, sayur hijau dan berkuah bening
saya juga menyukai bubur ayam. makanan yang tak perlu lama untuk dikunyah.
makanya dia memberi julukan saya bayi besar.

saya jadi ingat salah satu kutipan dari Gie
" kita berbeda dalam semua, kecuali satu dalam cinta"
dan kami membuktikan pada bulan ini.
Bulan Juni adalah waktu yang menunjukkan apakah kami lebih arif dan bijaksana
dalam memandang sebuah hubungan
Bulan juni ini pula usia kami mecapai angka tahun kelima

kami lagi-lagi bertaruh
mempertaruhkan waktu kami
lima tahun ini
atas nama cinta
dan kami yakin.
Jawaban atas taruhan ini adalah

" kami-lah pemenangnya"

Beth
30-6-10

(www.refleksi-bet2.blogspot.com)

Kamis, 20 Mei 2010

IMPIAN

Saya benar-benar merasa lelah.
siang ini bermimpi, tepatnya mengkhayal :) bahwa saya mantap meninggalkan pekerjaan di jakarta.menyusun kehidupan baru saya di kota lain.pilihannya adalah yogyakarta atau solo.sebuah rumah kampung dengan banyak pohon rindang tergambar jelas dalam imajinasi saya, seperti pohok oak ataupun cemara.

anak-anak bermain dibawahnya.memindahkan video klip "hujan"nya jubing dalam lamunan saya ternyata begitu mudah. sesekali mereka berlari saling mengejar.sementara saya berdiri dalam sudut kamar lainnya. dari belakang jendela menatap mereka sambil menyerutup teh yang masih hangat kedalam mulut saya.

sementara gerimis tiba-tiba turun.anak-anak berhamburan.bukan pergi menuju rumah mereka masing-masing. tetepi mereka meloncat-loncat kegirangan menggapai hujan.
ya, saya pun segera beranjak keluar menemani mereka menggapai hujan.
tidak perlu menunggu hujan untuk melihat pelangi...
anak-anak itu adalah pelangi dimata saya.dalam mata mereka tidak ada kecemasan. kepolosan mereka justru yang mengisi hari ini. ya...hari ini.

Gede prama pernah menulis ini "Yesterday is history, tomorrow is mystery, and today is gift. That’s why it’s called “the present”.
hari ini adalah sebuah hadiah, persembahan yang kau dapat.
saya iri dengan anak-anak ini dalam lamunan saya.anak-anak selalu dapat merefleksikan hari ini dengan hati bersyukur dalam memandang hidup.
mereka tidak pernah mempermasalahkan hari kemarin dan esok. hari ini adalah hari ini.bagaimanapun inilah detik-detik hati bersyukur atas nama cinta.

Saya seperti terjebak dalam rutinitas yang saya ciptakan sendiri. saya ingin segera keluar dari jebakan ini.
saya pikir inilah pilihan hidup yang harus saya ambil.
bagaimana membuat segala sesuatunya nyaman, meski tak selalu aman.
saya bisa mendapatkan kenyamanan dari nyanyian jangkrik di malam hari, mendapatkan kenyamanan dari masakan dari hasil olahan kebun belakang rumah saya. ataupun membaca buku dari teras rumah saya sambil sesekali menatap anak-anak yang berlari saling mengejar memutari pohok oak dengan hati gembira.

Gedung-gedung ini membuat sesak nafas saya.Oksigen semakin tipis menutupi pandangan saya ke depan. tak tampak dengan jelas apakah tujuan hidup saya. asap-asap kendaraan mengaburkan pandangan saya itu. Manusia tampak seperti robot...sibuk menyebrangi jalan sambil berbicara di handphone, sementara sisi tangan yang lain sibuk membawa berkas-berkas bisnis.


saya hanya bermimpi...
suatu saat saya dapat melakukan semuanya dengan hati seperti seorang anak.
dan saya hanya berharap,
suatu saat mimpi saya dapat menjadi kenyataan.
Tiga tahun kedepan, sepertinya ini adalah jarum pasir yang akan mengingatkan saya kembali apakah impian saya ini telah menjadi kenyataan.

Beth
4.41 PM

Rabu, 12 Mei 2010

KEN & KEI


Kelak nama itu akan kau sanding."Lintang Kei Dharmawan"......
seperti pesona bintang di malam hari, berkelap-kelip membawa terang untuk dunia.Itulah dirimu kelak. seorang yang akan mengisi janin di dalam perut ibumu.sebuah nama perpaduan antara bahasa sangsekerta dan jepang.Kelak matamu akan memancarkan cahaya menyerupai bintang ketika engkau berceloteh dan belajar memanggil nama ibu dan ayahmu untuk pertama kalinya.

Saudaramu sendiri "Keenan bodhi dharma".........
seorang yang unik setidaknya itulah arti namanya dalam bahasa skotlandia, selain unik. persandingan antara kebaikan hati, budi dan berdharma untuk sesamanya seperti dalam bahasa sangsekerta.Kalian akan saling bergandengan tangan dalam segala kondisi kehidupan, saling menopang dari segala keterpurukan dan kalian akan saling melengkapi dalam kehidupan kepada sesama manusia.
oleh karena itu, calon ibumu kelak memberikan nama kalian seperti itu.

Kehidupan memang tidak selamanya baik. seperti roda yang terus berputar.tetapi kalian adalah kekuatan yang akan membuat orang tuamu menangis penuh haru dalam kebahagiaan.Masa-masa yang sulit pasti akan terlewati, sedang masa bahagia telah menantimu.
Jangan pernah takut. karena orangtuamu telah melalui semua itu sebelum engkau terlahir di dunia ini, melewati setiap kerikil-kerikil tajam, bahkan terjatuh....semua itu harus dilalui asalkan dapat terus saling bergandengan tangan.

Ketika kalian kelak berada dalam janin ibumu..ingatlah,bahwa engkau memang telah dibentuk dengan kasih sayang luar biasa dari orang tuamu.mereka mempunyai harapan-harapan baik untuk kalian dan cintanya bahkan melebihi cintanya pada diri sendiri.
Ingatlah juga bahwa kalian diciptakan menurut Rupa dan Wajah BapaMu di surga, Dia yang telah menenun kalian dalam kandungan ibumu.Dia pula yang akan menyertai kehidupan anak-anakNya.

Lihatlah...persiapkanlah dirimu ketika kau hadir dalam semesta yang luas ini. Mereka, sahabatmu pertama kali yang akan siap menyambut engkau dengan bahagia adalah orang tuamu sendiri.

Beth
4.51 PM

SURAT UNTUK SAHABAT

Sahabat, tiba-tiba kau datang padaku dengan wajah yang lain.kau bercerita padaku tentang sebuah mimpi,yang melayang menyambut kehilangan....
terisak kemudian terdiam, sementara hatiku pilu mendengar kisahmu..ingin rasanya kuhapus air mata itu dari mata yang menyimpan amarah dan kepedihan.

aku memilih membiarkan air mata itu tertumpah, "lihatlah...bukankah hujan telah mengirimkan rintiknya terlebih dahulu sebelum mendatangkan hujan?.sahabat, lihatlah kedalam dirimu, bukankah kau telah mempercayai besar dan agungnya cinta sebelum kau merasakan patah dan sakitnya cinta?"

Tiada awal dan tiada akhir, semuanya harus terjadi dan harus dilalui....tetaplah berpegang pada tanganku.
aku yakin tanganku cukup kokoh untuk sekedar menarikmu dari kepedihan ini.
aku yakin tanganku yang kecil ini cukup lebar untuk memeluk engkau ketika kau terisak dalam tangis yang berkepanjangan.

Kepedihan itu pernah aku alami...namun kita harus bangkit dari keterpurukan, sementara jalan ini masih panjang.kerikil-kerikil ini hanya bisa melukai langkah kita sejenak, cukup tiga hari tiga malam saja untuk melewati masa ini, selebihnya ia tidak akan bisa menghambat aku untuk terus berjalan sampai pada ujung jalan itu.

Seperti tak kan pernah puas kau membiaskan cahaya, ia tetap ada...remang yang kau lihat berasal dari hatimu.sini ku tunjukkan cahaya yang sebenarnya abadi...lihatlah kedalam matamu.
mata yang dulu pernah menunjukkan kejenakaan seorang bocah ketika bercerita pada ibunya, dengan tubuh melompat-lompat kemudian berlari memeluk tubuh sang ibu, mata itu merajuk untuk segera berlari menyambut gerimis.....ketika sang ibu mengiyakan dan tersenyum, mata itu berlari, menari dan melompat-lompat kegirangan, seketika hujanpun turun, turut menemani mata itu dengan bahagia.

Bahkan saat daun-daun gugur meratap ketanah, ritual yang kita selalu lakukan adalah menyebarkan daun-daun kering itu keatas langit, supaya angin juga bisa membawa kebahagian untuk semua orang. seperti musim semi yang kita selalu rindukan...

Sahabat, aku akan selalu terjaga...supaya engkau tidak akan pernah terhempas dari genggamanku.
aku akan menceritakan cerita-cerita jenaka supaya air matamu terhapus, terganti dengan wajah merah pipimu menahan tawa.

Beth
04.00 Menjelang pagi