Segelas kopi dengan bayangan dicangkir
Kekasihku berbagi kisah tentang votingnya untuk pulau komodo
tentang bagaimana provider yang sebagian besar dari negara luar indonesia, mencuri uang dari rakyat indonesia.
Sisi melankolisnya berontak.
Juga tentang Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilanda kelaparan dan kekeringan.
Untuk itulah, dia mewajibkan dirinya setiap hari melakukan sms untuk vote Pulau komodo sebagai New seven wonders.
Seorang mantan kekasih mengajakku bertemu. Tentunya sebagai sahabat.
Aku menceritakan itu kepada kekasihku.
Dia tidak menunjukkan keberatan seperti biasanya.
Seorang teman yang sukses dan mapan saat ini
boleh jadi seperti orang lain dihadapanku
Sore ini, keruwetan-kerumitan kecil biasa datang
Namun aku tetaplah Xena (the warrior princess) hihihihi... :)
yang mencoba menikmati semua itu.
Pulau Bali yang diguncang Gempa 6.8 Sr
Kabar duka yang menyedihkan buat indonesia. Buatku.
Dan Toraja, aku masih menyimpan keinginan itu.
Tunggu aku hingga saatnya tiba.
Kamis, 13 Oktober 2011
Rabu, 05 Oktober 2011
Kisah Tart Moca dan Remang Lilin
Dalam remang cahaya lilin,
tart mocca dan lilin berangka dua puluh delapan hadir untukku
menjadi bukti bahwa kalian menyayangi aku.
Goresan mocca di muka menjadi tanda sayangku untuk kalian
Sharing, Pizza dan tawa.barangkali sudah biasa
tapi menjadi luar biasa karena kalian
Konfrensi kamar kost ini adalah kebersamaan kita.
Terima kasih laskar xena
Terima kasih tetap menjadi sahabat bagiku
Doakan aku dengan bertambahnya usia, bukan hanya menambah satu angka menuju hari tua
tetapi menjadi dewasa & bijak dalam segala pemikiran.
Masih tergiang jelas dalam ingatanku
waktu itu "dia" membisikkan kata
"Beth menjadi tua adalah takdir, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan"
Terima kasih laskar xena
Amienku untuk semua doa terbaik dari kalian.
tart mocca dan lilin berangka dua puluh delapan hadir untukku
menjadi bukti bahwa kalian menyayangi aku.
Goresan mocca di muka menjadi tanda sayangku untuk kalian
Sharing, Pizza dan tawa.barangkali sudah biasa
tapi menjadi luar biasa karena kalian
Konfrensi kamar kost ini adalah kebersamaan kita.
Terima kasih laskar xena
Terima kasih tetap menjadi sahabat bagiku
Doakan aku dengan bertambahnya usia, bukan hanya menambah satu angka menuju hari tua
tetapi menjadi dewasa & bijak dalam segala pemikiran.
Masih tergiang jelas dalam ingatanku
waktu itu "dia" membisikkan kata
"Beth menjadi tua adalah takdir, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan"
Terima kasih laskar xena
Amienku untuk semua doa terbaik dari kalian.
Senin, 03 Oktober 2011
Karena hidup begitu berharga
Karena hidup begitu berharga
maka lakukan sekiranya sesuatu yang baik
Jangan menunda
Karena hidup begitu berharga
Tertawalah, berbagilah kebahagiaan dengan yang lain
Karena hidup begitu berharga
Maka aku akan terus mengandeng tanganmu
melewati setiap kerikil kehidupan
Karena hidup begitu berharga
jangan pernah takut
ada aku
kita lewati masa depan ini bersama-sama
Karena hidup begitu berharga
simpanlah ini dalam hatimu
dia akan menjadi penawar hatimu
ketika hatimu menjadi kelu karena cinta
Karena hidup begitu berharga
Berbagilah cinta kepada sesamamu
kepada aku, kamu, mereka, kalian.
maka lakukan sekiranya sesuatu yang baik
Jangan menunda
Karena hidup begitu berharga
Tertawalah, berbagilah kebahagiaan dengan yang lain
Karena hidup begitu berharga
Maka aku akan terus mengandeng tanganmu
melewati setiap kerikil kehidupan
Karena hidup begitu berharga
jangan pernah takut
ada aku
kita lewati masa depan ini bersama-sama
Karena hidup begitu berharga
simpanlah ini dalam hatimu
dia akan menjadi penawar hatimu
ketika hatimu menjadi kelu karena cinta
Karena hidup begitu berharga
Berbagilah cinta kepada sesamamu
kepada aku, kamu, mereka, kalian.
Kamis, 29 September 2011
Tape Recorder
Di persimpangan jalan, menuju bogor.
“Tape Recorder ini untukmu, hadiah ulang tahunmu dari aku.Selamat ulang tahun ya” katanya
Bahagia sekali aku menerima ini. Alasannya ada dua. Pertama ini hadiah darimu. Dan kedua, hadiah ini adalah sebuah tape recorder. Ditambah sebuah kaset manis rekaman suaramu yang berbicara tentang awal hubungan kita.
Tape recorder ini akan membantu kamu menulis, membantu kamu untuk menuangkan apa yang ada di pikiranmu.Ia yang akan menjalin setiap kata menjadi tulisan.
Kamu berbakat.
Tape recorder ini masih ada di tanganku.
Terbayang enam tahun lalu saat aku menerima ini darimu. Dari tape recorder ini aku menulis tentang hubunganku dengan dia sampai saat ini. Dari sebuah tape recorder inilah aku menjalankan job pertamaku sebagai penulis buku.
Ia menemaniku berbicara dengan narasumber untuk buku yang aku tulis. Ia setia mendengarkan dan tak lupa menjadi pengingat atas setiap pertanyaan-pertanyaanku.
Dan Kamu selalu siap menjadi editor buat tulisan-tulisanku.
Terima kasih.
Hadiah darimu lebih sangat berarti seiiring dengan kurun waktu yang kita lewati bersama
Ketika tua kelak, kita akan melihat kembali tulisan-tulisan itu.
Mendengarkan rekaman suaramu itu bersama dalam tangan yang saling menjabat.
“Tape Recorder ini untukmu, hadiah ulang tahunmu dari aku.Selamat ulang tahun ya” katanya
Bahagia sekali aku menerima ini. Alasannya ada dua. Pertama ini hadiah darimu. Dan kedua, hadiah ini adalah sebuah tape recorder. Ditambah sebuah kaset manis rekaman suaramu yang berbicara tentang awal hubungan kita.
Tape recorder ini akan membantu kamu menulis, membantu kamu untuk menuangkan apa yang ada di pikiranmu.Ia yang akan menjalin setiap kata menjadi tulisan.
Kamu berbakat.
Tape recorder ini masih ada di tanganku.
Terbayang enam tahun lalu saat aku menerima ini darimu. Dari tape recorder ini aku menulis tentang hubunganku dengan dia sampai saat ini. Dari sebuah tape recorder inilah aku menjalankan job pertamaku sebagai penulis buku.
Ia menemaniku berbicara dengan narasumber untuk buku yang aku tulis. Ia setia mendengarkan dan tak lupa menjadi pengingat atas setiap pertanyaan-pertanyaanku.
Dan Kamu selalu siap menjadi editor buat tulisan-tulisanku.
Terima kasih.
Hadiah darimu lebih sangat berarti seiiring dengan kurun waktu yang kita lewati bersama
Ketika tua kelak, kita akan melihat kembali tulisan-tulisan itu.
Mendengarkan rekaman suaramu itu bersama dalam tangan yang saling menjabat.
Jumat, 16 September 2011
Surat Untuk Sahabat - Linda
Malam itu, seperti biasa.
hal remeh temeh yang kami lakukan di ruang tv kost kami
Mengobrol, bercanda, tertawa dan saling menjahili.
Tapi ada sesuatu yang lain,yang tidak biasa adalah rencana kepergian salah satu teman kost kami. Linda nama sahabat kami. Dia memutuskan berpindah kerja ke kepulauan bangka.
Saya pribadi mengenai Linda enam bulan lalu. Kebetulan saat itu dia baru diterima bekerja di kompleks perkantoran yang sama dengan saya. Linda menjadi salah satu teman perjalanan saya. Dalam enam bulan ini, kami telah bersama melakukan dua kali perjalanan. Yang pertama, dia menemani saya dalam pengalaman pertama saya bersnorkeling di pulau Tidung, kepulauan Seribu.
Yang kedua, dia mau ringan tangan menjadi driver dalam perjalanan kami ke Ujung Genteng. Sebuah pengalaman perjalanan yang panjang karena memakan waktu sekitar sepuluh jam lamanya dari Jakarta menuju Ujung Genteng Sukabumi.
Selain karena kesamaan saya dan Linda yang hobi jalan dan berpetualang, Kami juga mempunyai mimpi yang sama, mendapat kesempatan menjadi seorang Trinity seperti dalam bukunya “The Naked Traveler”. Disamping itu kami lahir dibulan yang sama. Usia kami hanya beda terhitung hari.Kami hobi membaca pula. Bedanya saya lebih menyukai Buku yang tidak bersifat fiktif seperti Novel. Linda menyukai novel-novel manis dan menyorot sisi sosialis dan kemanusiaan. Begitulah kaum Libra jika menyentuh hal-hal yang melankolis.
Malam kemarin, Linda memesan Pizza hut delivery untuk kudapan kami malam itu.
Dalam cengkrama yang mesra, suasana kekeluargaan yang hangat. Kami mengabadikan momentum ini dengan berfoto bersama. Acara diet Tuti dan Eva pun di toleransi mengingat mereka akan menghargai kenangan malam ini.Ida dan Eka menyumbangkan dirinya menjadi tukang jepret sebuah makna yang dinamai kenangan. Lina yang pendiam ikut tergelak tertawa untuk kenangan bersama ini, Friska yang asik cuci piring langsung lari menempati posisi berpose ketika terdengar teriakan satu,….dua….tiiiii………….
Caca ternyata telah tertidur lelap dikamarnya setelah menyelesaikan pekerjaan kantornya sore itu. Dan kamipun ikut meninggalkan kenangan untuknya dalam sepotong Pizza.
Dan saya yang selalu berusaha untuk menjadi pendengar, pengamat dan pengingat yang baik untuk kenangan malam itu sehingga lahirlah embrio kenangan malam ini dalam bentuk tulisan. Sayang sekali Lia absen karena sore itu dia pergi dan tidak bermalam di kost ini.
Ini bukanlah malam perpisahan kami. Ini menjadi malam kebersamaan kami. Sesampainya di persinggahan barumu, teruslah mengingat kenangan malam itu.Menjadi Sahabat bukanlah perkara selalu ada bersama dengan kita. tetapi selalu mengingat dan ada bersama dalam hati meski terpisah oleh dimensi waktu dan ruang.
Beth
15 Sept 2011, menjelang siang.
Nb : Kalau pulau belitung punya “laskar pelangi”, boleh jadi kita adalah “Laskar Xena” dalam kost tercinta kita. :)
Jumat, 26 Agustus 2011
Bapak Tua Penjual kerupuk
Menepilah dahulu
Setelah semua kerupuk yang kau jual
belum pula dibeli orang
Menepilah dahulu, pak tua
sebab hari kita masih panjang
dan kita belum berjabat tangan pagi ini
membicarakan tentang kicau burung dipagi hari
Menepilah dahulu, panjatkan doamu kepada Tuhan
Biar apapun nanti yang kau hasilkan sepanjang hari
Hatimu selalu bersyukur akan waktu yang telah terlewati
Menepilah, sebab semua telah Tuhan sediakan bagimu
sehingga engkau tidak kekurangan apapun
Meski matamu tidak dapat melihat
Tetapi mata hatimua adalah cermin dunia.
Setelah semua kerupuk yang kau jual
belum pula dibeli orang
Menepilah dahulu, pak tua
sebab hari kita masih panjang
dan kita belum berjabat tangan pagi ini
membicarakan tentang kicau burung dipagi hari
Menepilah dahulu, panjatkan doamu kepada Tuhan
Biar apapun nanti yang kau hasilkan sepanjang hari
Hatimu selalu bersyukur akan waktu yang telah terlewati
Menepilah, sebab semua telah Tuhan sediakan bagimu
sehingga engkau tidak kekurangan apapun
Meski matamu tidak dapat melihat
Tetapi mata hatimua adalah cermin dunia.
Selasa, 16 Agustus 2011
TIGA BULAN KOSONG "OPPS.....MAKSUDNYA APA TUH"
Rasanya waktu begitu cepat berlari.
Sudah hampir tiga bulan ini saya melewatkan curhat-curhat saya bukan kepadamu.
tapi kepada sahabat lain.
Napak tilas tempat kenangan saya bersama ibu,Menginap di kost teman, ngobrol sampai jam tiga pagi, perang kentut dan hal-hal yang saya lewatkan dengan rasa haru dan bahagia.
25 Juni lalu, kesedihan tiba-tiba datang ketika saya berdiri ditempat yang dulu pernah saya datang bersama beliau, ibu saya terkasih.
Terbayang ditempat itu kami mengobrol dan tertawa, makan KFC kesukaan kami, berbelanja bulanan untuk keperluan rumah.
16-17 juli lalu saya nyoba snorkeling pertama saya di pulau tidung, kepulauan seribu.
13 Agustus lalu, saya perang kentut dengan eka sitohang teman saya,di kostnya pula, sambil nonton DVD, meski dia selalu bertanya kepada saya mengenai jalan ceritanya. kalau kata atik sih, " kalau gak intelektual gak bisa nonton ini ka" hahaha...
kami juga ikut-ikutan sahur, laper setelah ngobrol semalaman, bisa juga karena masuk angin, buktinya kami perang kentut *ngeles.com*.
Nah 15 Agustus, dapatlah THR. Lumayan tadinya sudah saya anggarkan buat tambah-tambah ke toraja. berhubung banyak yang larang karena alasan*titttt...........sensor!!!* jadi buat saya mikir, pantes habis dapat THR langsung migrain.*loh...???*.hihihihi (yang ini bukan ngeles loh).
17 Agustus, selain hari kemerdekaan, hari apa ya??? (mau tauuuuuuuuuuuuu aja)...
Lanjutnya nanti ya kalau sudah resmi pengibaran bendera 17 agustusnya.
Sudah hampir tiga bulan ini saya melewatkan curhat-curhat saya bukan kepadamu.
tapi kepada sahabat lain.
Napak tilas tempat kenangan saya bersama ibu,Menginap di kost teman, ngobrol sampai jam tiga pagi, perang kentut dan hal-hal yang saya lewatkan dengan rasa haru dan bahagia.
25 Juni lalu, kesedihan tiba-tiba datang ketika saya berdiri ditempat yang dulu pernah saya datang bersama beliau, ibu saya terkasih.
Terbayang ditempat itu kami mengobrol dan tertawa, makan KFC kesukaan kami, berbelanja bulanan untuk keperluan rumah.
16-17 juli lalu saya nyoba snorkeling pertama saya di pulau tidung, kepulauan seribu.
13 Agustus lalu, saya perang kentut dengan eka sitohang teman saya,di kostnya pula, sambil nonton DVD, meski dia selalu bertanya kepada saya mengenai jalan ceritanya. kalau kata atik sih, " kalau gak intelektual gak bisa nonton ini ka" hahaha...
kami juga ikut-ikutan sahur, laper setelah ngobrol semalaman, bisa juga karena masuk angin, buktinya kami perang kentut *ngeles.com*.
Nah 15 Agustus, dapatlah THR. Lumayan tadinya sudah saya anggarkan buat tambah-tambah ke toraja. berhubung banyak yang larang karena alasan*titttt...........sensor!!!* jadi buat saya mikir, pantes habis dapat THR langsung migrain.*loh...???*.hihihihi (yang ini bukan ngeles loh).
17 Agustus, selain hari kemerdekaan, hari apa ya??? (mau tauuuuuuuuuuuuu aja)...
Lanjutnya nanti ya kalau sudah resmi pengibaran bendera 17 agustusnya.
Langganan:
Postingan (Atom)